Tuesday, June 21, 2011

21 juni 2011


subhanallah
alhamdulillah
terima kasih banyak Ya RAbb.. hamba masih diberi kesempatan untuk jalan=jalan dengan temen2..

seneng banget hari ini
haha
u know what?
hari ini aq dan temen2 im2b jalan bareng2 k natural hill
wuidih seruuu abizz!!!
pemandangannya subhanallah
sayang aq g bw kamera jadi g bisa diliatin keadaan alam disana
salut banget buat panitianya yang udah nyipin ini acara
sampai ngejebur k balong ijo kekny g pernah dikurah tuh balong
haha


alhamdulillah ini ada sedikit photo2 di natural hill bersama temen2..







im2b
satu keluarga
satu tujuan
BISA!BISA!BISA!
bismillah
:)

Sunday, May 29, 2011

Cuap-Cuap

sunday, 29 may 2011

subhanallah
walhamdulillah
walailahaillah, ALLAHU AKBAR

^^
terima kasih Ya Rabb
engkau telah memberikan banyak nikmat yang tak dapat ku sebutkan satu persatu
ampunilah hamba yang tak mensyukuri segala karunia yang engkau berikan.

alhamdulillah hari ini saya begitu bahagia
dapat berkumpul bersama keluarga

hari ini merupakan H-2 menjelang Ujian
Ya Rabb.. Semoga impian ku dapat terwujud
hamba mohon tunjukalah jalan lurus yang Kau Ridhoi
jangan biarkan hamba ragu dalam menjalankan segala skenario indah Mu
ingatkan hamba jikalau hamba khilaf


semoga harapanku dapat terwujud
amin Ya RAbb
^^

Wednesday, May 18, 2011

Cara Meningkatkan Motivasi Diri

Posted by dHaNy on 11 Feb 2011 | Motivasi

Motivasi memang erat kaitannya dengan semangat dalam diri menghadapi hidup ini. Setiap manusia mempunyai pribadi yang unik dan memiliki cara tersendiri dalam meningkatkan motivasi dalam dirinya.

Motivasi diri yang tinggi akan lebih mendekatkan pada kreasi goal-goal dalam hidup kita. Sebagai contoh seorang mahasiswa semester akhir yang ingin segera menyelesaikan studinya harus memiliki motivasi yang kuat dalam mengerjakan proyek-proyek akhirnya. Dengan motivasi yang tinggi mereka akan terus berusaha bangun pagi, berangkat ke kampus untuk bimbingan, menyelesaikan revisi tugas akhir/ skripsinya.

Seorang pengusaha yang ingin sukses dalam waktu dekat harus memiliki motivasi yang kuat untuk membangun bisnisnya secara lebih aktif lagi. Saat motivasinya meningkat akan mendorong pikiran bawah sadarnya untuk segera melakukan inovasi-inovasi baru dalam bisnisnya. Mereka akan segera melakukan koreksi-koreksi, analisis, dan konsultasi pada orang yang lebih ahli tentang pencapaian apa yang telah diraihnya, apa yang menjadi kekurangan tentang cara-cara yang telah dipakai, siapa saja kompetitornya, rencana apa saja yang sesuai untuk dilakukan pada waktu terdekat.

Namun tak bisa dipungkiri terkadang motivasi dalam diri kita menurun, berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Itu mungkin terjadi pada diri saya atau pu Anda. Penyakit malas itu datang, ogah-ogahan, dan kata-kata negatif lain seringkali muncul.

Hal tersebut harus segera kita atasi jika impian, tujuan, goal, obsesi kita segera terwujud. Kita harus bisa untuk selalu menjaga motivasi dalam diri kita setiap harinya. Kita harus bisa melawan rasa malas, pesimis, dana kata-kata negatif lainnya.

Bagaimana cara selalu menjaga motivasi dalam diri atau meningkatkannya? Saya akan coba memberi beberapa point, namun yang perlu diingat bahwa motivator sebesar apapun itu tidak akan berarti jika kalian tidak mencobanya. Karena motivator terkuat dan motivator sesuangguhnya adalah diri kamu sendiri, pikiran kamu sendiri.

“Stop acting as if life is a rehearsal. Live this day as if it were your last. The past is over and gone. The future is not guaranteed.”-Dr. Wayne Dyer

Quotes dari Dr. Wayne Dyer tersebut terlihat jelas bahwa kita dan hanya kita yang bertanggung jawab pada masa depan kita sendiri. Bukan orang lain.

Apa yang hinggap dalam pikiran kita mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi kesehatan fisik dan psikologis kita. Sedikit demi sedikit kita pasti akan bisa menguasai pikiran kita. Kita harus selalu belajar bagaimana cara memotivasi diri yang nantinya kita akan bisa mengendalikan hidup kita sendiri.

Berikut cara meningkatkan motivasi dalam diri kita yang dapat kita lakukan.
Kenali Diri Anda

Renungkanlah sebentar saja, tanyakan dalam diri Anda siapa Anda? Hal ini jarang kita lakukan. Tanya pada diri Anda kenapa Anda harus ada disini? Siapa yang melahirkan Anda? Apa yang telah mereka berikan padamu? Siapa saja yang menyayangi Anda? Dan terakhir apa yang telah kita berikan kepada mereka?

Jika kita sudah menemukan jawaban-jawabannya, mulailah mengenal Tuhamu. Tuhan selalu ada untuk kita.
Tulislah Tujuan-Tujuan Anda

Sekarang duduklah, berfikirlah yang tenang lalu tuliskan semua tujuan-tujuan, goal, cita-cita, harapan obsesi anda. Kalau perlu diatas 100.

Cara ini mungkin sudah banyak yang melakukannya. Namun ada hal yang mungkin belum diperhatikan yaitu impian yang kita tulis seharusnya lebih spesifik, jelas, ringkas dan yang lebih penting adalah tuliskan gambaran-gambaran fisiknya. Jika Anda menginginkan mobil, sebutkan mobil apa, warnanya, velgnya, interiornya dll. Sesuatu yang kabur tentu tidak akan mudah tertangkap. Begitu juga dengan tujuan hidup kita, jika kurang spesifik kita akan mudah melupakannya, lupa untuk segera mendapatkannya.

Tuliskan juga alasan kenapa Anda ingin meraihnya. Jika sudah tertulis semuanya pilah-pilah mana yang penting, mana yang bisa diraih dalam waktu dekat, mana yang lebih menyenangkan.

Sebuah studi yang dilakukan di Dominican University menemukan bahwa orang yang menuliskan tujuan mereka sebelumnya jauh lebih cepat untuk menindaklanjuti dan mendapatkan tujuan-tujuan mereka.
Buatlah Impian Anda Diketahui Banyak Orang

Tetap termotivasi adalah hal yang ingin kita bahas disini. Motivasi kita akan semakin kuat jika mendapat dukungan dari orang-orang terdekat. Dukungan dari keluarga, sahabat, pacar, saudara akan berpengaruh besar dalam menjaga motivasi dalam diri kita.

Namun seringkali kita malah mendapat ejekan maupun dipecundangi orang lain. Banyak yang bilang kita terlalu muluk-muluk dalam bermimpi. Tetapi jika kita cerdas, itulah partner kita dalam meraih kesuksesan. Semakin banyak orang yang mengetahui impian-impian kita dan semakin banyak orang yang mencemooh kita. Tentu pikiran bawah sadar kita tidak mau menerimanya, kita terpacu untuk membuktikan bahwa kita pemenang, kita bukan omong kosong belaka, kita pasti bisa mewujudkannya. Pikiran bawah sadar ini akan mendorong kita secara tidak sadar menciptakan peluang-peluang dan mengkreasikan impian-impian kita. Percayalah.
Visualisasikan Tujuan-Tujuan Anda

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa tujuan-tujuan yang lebih spesifik dan tergambar bentuk fisiknya akan lebih mudah mendapatkannya daripada yang kabur dan tidak jelas.

Visualisasi adalah proses menciptakan citra mental atau tujuan dari apa yang Anda inginkan terjadi. Dengan melihat diri Anda bahagia dan sehat, pikiran dan tubuh Anda akan bekerja sama untuk membuat visualisasi / gambaran yang Anda inginan menjadi kenyataan.

Visualisasi bisa menghilangkan rasa sakit, mempercepat penyembuhan, dan membantu tubuh menaklukkan ratusan penyakit, termasuk depresi, alergi, dan asma.

Dalam sebuah penelitian Harvard, sekelompok orang disuruh memvisualisasikan melakukan tugas-tugas sederhana. Kelompok lain tidak memvisualisasikan tugas. Kelompok yang divisualisasikan sebelum mengambil tindakan memiliki tingkat efisiensi 100%, sedangkan mereka yang tidak memvisualisasikan hanya memiliki tingkat efisiensi 56%. Studi lain, yang dilakukan di Yale, menunjukkan bahwa pasien yang menderita depresi sedikit tertolong dengan membayangkan adegan di mana mereka telah dipuji oleh orang-orang yang mengagumi mereka, dorongan yang jelas untuk harga diri mereka.

Mulailah menggambarkan saat kesuksesan itu datang pada Anda. Ibu Anda bangga pada Anda, beliau bercerita dengan semangat ke Ibu-Ibu lain tentang Anda. Itulah impian saya.
Antusiaslah

Jika tujuan-tujuan kita sudah jelas maka tugas kita selanjutnya adalah Antusiaslah. Jangan loyo. Bicarakan hal-hal yang berkaitan dengan tujuan Anda dengan suka cita.
Fikirkan Akibat Jika Tidak Mendapatkan Tujuan Kita

Jika tadi kita menulis alasan mengapa kita harus mencapai tujuan tersebut, maka kali ini kita harus memikirkan apa akibat jika tujuan tersebut tidak tercapai.

Cemoohan kah? Dipecundangi kah? Kurang bahagia kah?

Jangan sampai itu semua terjadi.

Ketakutan dapat memotivasi Anda juga. Orang tidak suka mengalami kegagalan dan ini dapat menjadi motivator, rasa takut penyesalan menjadi konsekuensinya.
Action Sekarang

Inilah point pentingnya. Lakukan sekarang juga. Jangan tunda-tunda lagi. Namun yang menjadi catatan Jika Anda mencoba melakukan semuanya sekaligus, Anda akan mudah kewalahan. Santai saja. Jaga tujuan Anda sejelas dan sesederhana mungkin. Menjadi kewalahan dapat melumpuhkan Anda, dalam mencapai tujuan.

Seperti halnya tujuan utama, kunci untuk membangun motivasi diri untuk memulai dari yang kecil. Setiap hari, mengambil beberapa langkah ke arah pemulihan. Dengan berjalannya waktu, prestasi Anda akan mudah dibangun.

Mimpi mimpi kecil. Jika Anda membuat mereka terlalu besar, Anda mendapatkan kewalahan dan Anda tidak melakukan apa-apa. Jika Anda membuat sasaran kecil dan mencapai mereka, ia memberi Anda kepercayaan diri untuk pergi ke tujuan yang lebih tinggi.
Hindari Pikiran-Pikiran Negatif

Terkadang pikiran kita memberi kritikan pedas dalam diri. Kata-kata negatif muncul. Pesimis, takut, kemungkinan buruk dll semuanya itu akan melemahkan dan melumpuhkan motivasi Anda. Kapanpun saat Anda memiliki pikiran negatif, tanyakan beberapa hal ini pada diri Anda.

* Apakah pemikiran itu benar?
* Apakah saya punya bukti mutlak bahwa hal itu benar?
* Bagaimana yang saya rasakan ketika saya memikirkan ini?
* Bagaimana yang saya rasakan ketika saya tidak memiliki pikiran ini?

Mengidentifikasi dan mempertanyakan pola pikir Anda adalah kunci untuk mengatasi pikiran negatif . Setelah Anda berada pada kebiasaan untuk menantang pikiran negatif Anda, motivasi diri akan datang jauh lebih mudah.
Silahkan Mencoba

Who am i??

Ada teman bertanya kepada saya, “Usaha saya bolak balik gagal Mas, kenapa ya?”. Sebuah pertanyaan yang ambigu, karena sulit banget dijawab. Tidak ada jawaban pasti untuk meyakinkan hal ini, sebab sangat bergantung pada tingkat pengetahuan masing-masing pribadi yang menanyakannya.

Tidak ada rumus pasti dalam menuju kesuksesan, semua hanya berbentuk jalan atau teori dalam membentuk jalan menuju kesuksesan itu sendiri. Keberhasilan sangat bergantung pada diri sendiri dalam menjalankan usahanya. Namun apakah kita akan membiarkan pertanyaan ambigu tersebut sebagai hasil akhir langkah? Saya yakin jawabannya pasti “tidak”.

Untuk itu ada sedikit cara untuk melakukan banyak hal dalam berusaha ini;

1. Kenali Diri
Sebagai sebuah personal, kita dituntut untuk harus bisa mengenali diri sendiri. Apa sebenarnya diri ini, ingin apa dan mungkin bisanya apa?. Dengan mengenali diri sendiri, kita akan lebih mudah untuk memaksa diri dalam belajar dan berusaha. Bila bisa mengenali diri sendiri maka tanpa sadar kita sudah bisa mengerti tujuan dalam menjalani hidup ini. Cara termudah untuk mengenali diri sendiri adalah lingkungan. Lingkungan akan mudah membentuk, lingkungan akan mudah mengajari banyak hal. Luasnya pertemanan juga bisa menjadi indikator untuk mengenali diri sendiri.

2. Kenali Produk
Pahami dan pelajari dengan baik terus menerus produk yang dijadikan usaha. Jadikan produk anda sesuatu yang dihapal diluar kepala. Tambah terus pengetahuan terkait produk, jangan biarkan diri kita tertinggal karena tergoda untuk mengenali produk lain sebelum benar-benar mengenali produk kita sendiri. Terkadang kita tidak butuh passion ataupun hobby dengan produk kita. Nikmati saja mudahnya perputaran ekonomi dari produk kita. Menurut survey saya sendiri, hanya 20% orang yang berhasil menjalankan usahanya dari hobbynya sendiri. Kenapa? Karena sisanya keasyikan dengan usaha itu tanpa memandang profit yang harus tetap dikejar.

3. Kenali Target
Apa sih target yang ingin diraih dari produk kita? Target sangat berkonotasi pada orientasi jangka pendek. Maka sudah tentu dalam menentukan target kita bisa membuat langkah-langkah pendek yang saling berkesinambungan. Seperti misalnya, produk kita bisa menopang pembiayaan sehari-hari terlebih dahulu. Dan ini bila digabungkan dengan pengetahuan kita akan diri sendiri dan benar-benar mengenali produk, saya yakin target kita pun akan menjadi sesuatu yang menyambung dan membesar dengan sendirinya.

4. Kenali Tujuan
Kenapa harus ada tujuan? Karena tujuan adalah patokan bagi kita untuk melangkah terus menerus dalam menjalankan dunia usaha. Tetapkan tujuan terbesar dalam hidup dan sisanya kita lakukan dengan mengenali diri, produk dan target.

Lakukan terus menerus hal-hal yang memang mendukung perjalanan usaha, jangan mudah tergoda dengan “rumput liar” meskipun cantik dan bahenol. Sebesar apapun pendapatan kostumbola.com tidak akan membuat saya tertarik untuk menjalani hal yang sama. Ini yang akan membuat anda menjadi ahli.

Jangan lupa lakukan juga riset dan analisa untuk lebih mempermudah mengenali semua ini. Sehingga memudahkan diri sendiri untuk mem-package (usaha) diri sendiri.

Note:
- Tools Research dan Analyze akan saya sharing kapan-kapan.

Salam kreatif.
(Menulis disela-sela pembuatan Games untuk BiskuatJuara.com dan Kraft Food Indonesia)
From Neurosoftware.ro

menghilangkan rasa cemas

Tips mengatasi rasa cemas dan cara mengatasi rasa cemas. Apa jadinya hidup ini jika melulu diselimuti kecemasan dan kegelisahan. Mau begini takut, mau begitu nggak berani. Akhirnya malah bingung sendiri dan bikin stres. Adalah rasa takut yang memang menjadi biang keladi dalam hal ini. Entah itu rasa takut akan kegagalan, takut akan perubahan, bahkan juga takut akan sesuatu yang belum jelas.

Menurut Harold Bloomfield, M.D, penulis Healing Anxiety Naturally, manifestasi dari ketakutan demi ketakutan itulah yang membuat seseorang menjadi cemas luar biasa. Rasa takut dan cemas akan semakin sulit dikendalikan, seiring pasifnya upaya mengusir ketakutan itu sendiri.

“Karenanya, cobalah untuk mengenali serta mengakrabi ketakutan-ketakutan yang hadir dalam benak kita. Karena cara ini merupakan langkah sederhana dalam menghadirkan pemikiran sekaligus imajinasi yang positif sifatnya,” jelas Bloomfield.

Nah, tentunya Anda tidak ingin hidup di bawah kendali rasa cemas bukan? Karenanya, Anda bisa mencegahnya dengan beberapa langkah berikut sebagaimana dirangkum dari beberapa sumber:



- Antisipasi rasa cemas.
Caranya? Cobalah untuk menyadari dan mewaspadai situasi serta orang-orang yang potensial bisa menyulut kecemasan. Menurut Mark I. Levy, M.D, pakar dari San Francisco Foundation for Psychoanalysis, antisipasi begini akan mengurangi risiko kecemasan sekaligus menghindari shock.

- Tarik nafas dalam-dalam.
Nafas tak beraturan, yang merupakan satu gejala hadirnya kecemasan, selain bisa membuat kepala nyut-nyut pun mengakibatkan hilangnya konsentrasi.

Karenanya tarik nafas dalam-dalam, tahan, kontrol nafas dari diafragma dan fokuskan pikiran Anda pada proses menarik dan mengeluarkan nafas. Bayangkan pula seolah-olah Anda tengah mengatasi rasa cemas dengan helaan nafas yang agak panjang.

- Hindari kafein, alkohol dan rokok.
Rasa cemas ternyata bisa pula dipicu oleh makanan, minuman, serta kebiasaan yang kita konsumsi atau lakoni. Kafein, alkohol, dan rokok disebut-sebut sebagai substansi yang bisa meningkatkan rasa cemas seseorang.

- Tertawa dan olahraga.
Tidak ada yang membantah kalau banyak ketawa itu dianggap menyehatkan. Buktinya untuk mengatasi rasa cemas ini, para pakar juga menyarankan agar kita banyak tertawa. Karena cara tersebut ampuh mengusir emosi dengan sesuatu positif sifatnya. Tak ubahnya dengan olahraga. 20 hingga 30 menit melakukan olahraga bisa membantu mengurangi rasa cemas.

- Tidur yang cukup.
“Jika Anda merasa lelah dan sedikit cemas, pergi saja ke pembaringan untuk apalagi kalau bukan tidur.

- Usir kekhawatiran yang berlebihan.
Jika Anda merasa cemas karena harus berbicara di depan banyak orang misalnya, maka lekaslah melakukan sesuatu yang bisa mengembalikan situasi normal dalam diri Anda. Yaitu dengan melakukan sesuatu yang bisa menambah kesempatan Anda lewat cara efektif seperti persiapan matang dan lebih terorganisir.

- Tulislah rasa cemas dalam secarik kertas.
Cara ini, menurut Bloomfield, lumayan ampuh mengurangi emosi dan rasa sesak di dada. Karenanya, tulislah dengan jujur ketakutan dan kecemasan yang ada dalam benak Anda, seperti “Saya takut ketika…”, “Saya cemas karena…”, atau “Saya nggak yakin kalau harus…”.

- Jangan lupa bersantai.
Rasa cemas kerap datang akibat banyaknya pekerjaan atau tugas lainnya. Karena itu, usahakan untuk menyisihkan waktu buat bersenang-senang dan bersantai. Atau waktu tersebut bisa pula digunakan untuk meditasi, membangun mimpi dan berimajinasi. Karena kebiasaan tersebut akan membantu mengurangi rasa cemas.

- Dengar musik.
Berbahagialah orang yang gemar mendengarkan musik. Karena dengan mendengarkan musik-musik favorit, akan membantu menjalani ritme hidup Anda yang menyenangkan. (eno)

http://4moslem.blogspot.com/

Tips mengatasi sifat pelupa atau cara mengatasi sifat pelupa.

1. Buat Rencana
Namanya juga orang pelupa jadi mesti, kudu wajib, dan wajib anget malah untuk mempunyai daftar untuk menulis semua rencana-rencan kita, termasuk hal-hal yang kecil sekalipun, klo perlu bikin juga check listnya. Misalnya saja,lupa untuk mengunci pintu kamar atau daftar barang belanja yang akan kita beli. Coret setiap hal yang telah kita lakukan. Lama-lama kita juga akan terbiasa bikin perencanaan dan nggak cepat lupa lagi, dan hidup kita akan menjadi lebih terorganisir (mudah-mudahan………………).



2. Mulai Lebih Rapi
Kacamata ketinggalan di kamar mandi, sikat gigi tertinggal di rumah saudara saat menginap semalam. Nggak pernah dech, kita nggak ninggalin barang sembarangan. Makanya tempatkan dech barang-barang pribadi kita di satu tempat sehingga kita mudah mengecaknya jika nggak asa. Sebaliknya, jangan mencampur semua barang-barang menjadi satu, tampatkan sesuai jenisnya.

3. Jangan panik
Sering banget nggak sih, saat kita lupa menaruh sesuatu langsung jadi panic dan menjadi kesel? Tahu nggak, sikap panic malah akan membuat kita tambah lupa. Konyol kan? Kalau tahunya yang kita lupa malah ada di tangan atau di depan mata kita ? jadi, tarik napas dalam-dalam dan tenangkan dari dulu. Di saat santai kita bakal lebih mudah mengingat (biasanya sih).

4. Simpan Barang Pada Tempatnya
Coba ingat-ingat dech, berapa kali kita lupa meletakkan buku, gunting, pulpen, atau notes? Nah, mulai sekarang biasakan untuk disiplin mengembalikan barang-barang yang habis kita gunakan ketempatnya semula jika sudah selesai kita gunakan. Dan barang-barang milik kita yang dipinjam, mintalah pada siapapun yang meminjam buat mengembalikkannya di tempat semula.

5. Diulang
Seringlah mengulang-ulang apa yang hendak diingat atau dihafal. Langkah ini membantu memudahkan ingatan dalam memperlihatkan hal-hal yang penting. Misalnya nih, ulangi di dalam hati kalau hari ini kita harus menelpon klien penting. Atau ya……., itu tadi balik ke poin pertama, he he he…….

6. Minta Tolong Teman
Masih nggak bias menghilangkan kebiasaan pelupa kita…? Minta dech teman untuk membantumu. Katakana pada mereka untuk mengingatkan kita jika bermaksud mengerjakan sesuatu hari ini. Jika teman kita keberatan, gunakan fasilitas reminder di ponsel ajaa…ch.

7. Jangan Ditunda
semua poin diatas akan membantu untuk mengatasi sifat pelupa kita kalau kita segera melakukannya. Menunda-nunda tuch, malah akan bikin kita menjadi “menabung” lupa vesi baru. Jadi, lakukan apa yang ingin kita lakukan


source:
http://www.berpuisi.tk/2010/01/7-tips-mengatasi-sifat-pelupa.html

9 cara menghilangkan pikiran negatif

Berpikiran negatif tidak akan membawa kita kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah gelisah dan berakibat performa kita mengecewakan. Kalau tidak segera di atasi, pikiran negatif bisa berdampak buruk bagi jiwa dan hidup kita. Berikut ada artikel motivasi menarik yang ditulis oleh Jessica Padykula,



Bagaimana cara mencegah dan mengatasi pikiran negatif:

1. Hidup di saat ini
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.

2. Fokus pada hal-hal positif
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti ‘hari ini cerah’ atau ‘makan sore hari ini menakjubkan’. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.

3. Katakan hal positif pada diri sendiri
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.

4. Percaya pada kekuatan pikiran positif
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.

5. Jangan berdiam diri
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.

6. Hadapi rasa takutmu
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.

7. Ubah cara pandang
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.

8. Bergeraklah
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.

9. Coba hal-hal baru
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran ‘ya, tapi…’. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.

source:
http://www.taukahkamu.com/2010/12/9-cara-manjur-menghilangkan-pikiran.html

Tuesday, April 26, 2011

seni mendengar


"Teman... Mendengarlah dengan sabar, maka
kita akan menemukan banyak hikmah dari
yang disampaikan orang lain kepada kita"

Dear Karina,

Hari ini saya ingin menyuguhkan sebuah
artikel yg berhubungan dengan 'seni mendengar'.

Saya yakin Karina akan menyukainya! :-)
Ok, selamat membaca! Semoga bermanfaat...

Salam hangat selalu!

Dari temanmu,
Anne Ahira
Asian Brain, CEO
PT. Asian Brain Internet Marketing Center
http://www.AsianBrain.com

---------------------
Main Article :
---------------------

Seni Mendengar

Ditulis oleh: Anne Ahira

Karina,

Banyak orang bisa 'berkata', namun
sedikit yang mau 'mendengar'.

Padahal jika kita mau kembali ke hukum
alam, seharusnya kita harus lebih
banyak mendengar daripada bicara.
Bukankah Tuhan memberi kita dua
telinga dan hanya satu mulut? :-)

Begitupun jika kita saksikan pada bayi
yang baru lahir. Indra pendengaran
lebih dulu berfungsi daripada yang
lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih
susah daripada berbicara?

Meski secara kasat mata mendengar
adalah hal yang gampang, namun nyatanya
banyak orang yang lebih suka
didengarkan daripada mendengarkan.
Mendengarkan merupakan bagian esensi
yang menentukan komunikasi efektif.
Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,
biasanya akan muncul banyak masalah.

Yang sering terjadi, kita merasa bahwa
kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang
berbeda dan hanya tergantung pada cara
kita.

Selalu merasa benar, paling kompeten,
dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Duh... malaikat kali! :-)

Jika kita selalu merasa bahwa diri kita
benar, dan cara kitalah yang paling
tepat, itu berarti kita tidak pernah
mendengarkan.

Ide dan opini kita sangat sukar untuk
diubah jika fakta tidak mendukung
keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta
pun kita mungkin hanya akan sekedar
meliriknya saja.

Mungkin saat ini kita nyaman dengan
cara kita, tapi untuk jangka waktu yg
panjang, orang-orang akan menolak dan
membenci kita.

Jika kita mau mulai mendengarkan
orang lain, maka suatu saat kita akan
menyadari kesalahan kita. Jawaban
untuk mengatasi sifat ini adalah
mengasah skill mendengar aktif.

Mendengar tidak selalu dengan tutup
mulut, tapi juga melibatkan partisipasi
aktif kita. Mendengar yang baik bukan
berharap datangnya giliran berbicara.

Mendengar adalah komitmen untuk
memahami pembicaraan dan perasaan lawan
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk
penghargaan bahwa apa yang orang lain
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.
Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari
pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah
relationship. Jika kita melakukannya
dengan baik, orang-orang akan tertarik
dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.

Berikut teknik mudah yang dapat
dipraktekkan oleh Karina dengan sangat
wajar untuk menjadi seorang pendengar
yang baik :

1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
Ini menunjukkan kepada lawan bicara
tentang keterbukaan dan kesungguhan
kita

2. Condongkan tubuh ke depan.
Ini menunjukkan ketertarikan kita
pada topik pembicaraan. Cara ini
juga akan mengingatkan kita untuk
memiliki sudat pandang yang lain,
yaitu tidak hanya fokus pada diri
kita.

3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang
butuh klarifikasi atau ada informasi
baru yang perlu kita selidiki dari
lawan bicara kita.

4. Buat selingan pembicaraan yang
menarik. Hal ini bisa membuat
percakapan lebih hidup dan tidak
monoton.

5. Cuplik atau ulang beberapa kata
yang diucapkan oleh lawan bicara kita.
Ini menunjukkan bahwa kita memang
mendengarkan dengan baik hingga hapal
beberapa cuplikan kata.

6. Buatlah komitmen untuk memahami
apa yang ia katakan, meskipun kita tidak
suka atau marah. Dari sini kita akan
mengetahui nilai-nilai yang diterapkan
lawan bicara kita, yang mungkin berbeda
dengan nilai yang kita terapkan.

Dengan berusaha untuk memahami, bisa
jadi kita akan menemukan sudut pandang,
wawasan, persepsi atau kesadaran baru,
yang tidak terpikirkan oleh kita
sebelumnya.

Seorang pendengar yang baik sebenarnya
hampir sama menariknya dengan pembicara
yang baik. Jika kita selalu pada pola
yang benar untuk jangka waktu tertentu,
maka suatu saat kita akan merasakan
manfaatnya.

Prosesnya mungkin akan terasa lama dan
menjemukan, tapi lama-kelamaan akan
terasa berharganya upaya yang telah
kita lakukan. Kita akan merasa lebih
baik atas diri kita, hubungan kita,
teman-teman kita, anak-anak kita,
maupun pekerjaan.

Kesimpulan: Jadilah pendengar yang
baik, karena sifat ini bisa menjadi
kunci untuk mengembangkan pikiran
yang positif, dan merupakan salah satu
tangga Karina untuk mencapai kesuksesan! :-)

Putuskan Benang Itu!


Ditulis oleh: Anne Ahira

Karina,

"Seutas benang itu sesungguhnya hanya
ada dalam pikiran Anda!"

Ada kisah nyata tentang seekor gajah.
Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya
dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.

Apa yang terjadi ketika rantai itu
diganti dengan seutas benang?

Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak
berani melangkah keluar dari area
lingkaran 4 meter tersebut!

Dari kisah ini, pelajaran apa yang
bisa kita ambil?

Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan
diri kita dengan seekor gajah. :-)

Namun bisa jadi, kita pun memiliki
'keterbelengguan' dengan seutas tali
yang mengikat diri kita!

Kita tidak berani keluar dari zona yang
dianggap nyaman. Meski sesungguhnya,
kita bisa melakukan banyak hal hebat
dari perkiraan kita!

Mari kita jujur pada diri sendiri,
berapa banyak kesempatan yg sebenarnya
hadir, melintas di depan Karina, namun
Karina tidak mempedulikannya?

Karina mungkin menganggap peluang itu
'terlalu tinggi' untuk Karina, dan
merasa tidak pantas berada disana.

Atau mungkin Karina malah merasa tidak
mampu untuk melakukan hal itu padahal
sama sekali belum pernah mencobanya?

Kita semua tahu, segala hal yang
menurut kita 'begitu hebat', seringkali
tidak selalu seperti yang kita
bayangkan.

Atau hal yang kita anggap sulit,
kadang sebenarnya sangat gampang!

Ada dua kunci dalam hal ini :

1. Karina akan bisa jika Karina berpikir bisa
2. Karina akan gagal jika Karina berpikir gagal

So, jangan menyalahkan siapapun jika
kesuksesan belum menghampiri diri kita.
Sebab, faktor utamanya terletak pada
diri kita sendiri.

Oleh sebab itu, perhatikan dengan
seksama, dan tanya pada diri sendiri,
adakah seutas benang yang telah
membelenggu diri kita selama ini?

Jika ya, maka segeralah untuk putuskan
benang itu!

Cobalah bergerak maju dari lingkaran
yang selama ini kita buat dan telah
membelenggu diri kita sendiri!

Peluang itu sebenarnya selalu hadir
kapan saja. Namun, karena kita selalu
saja menutup mata, telinga, dan pikiran
kita, maka peluang itu akan terlewat
begitu saja!

Jika Karina masih saja ragu untuk
melangkah, cobalah untuk melatihnya
sedikit demi sedikit. Dan jika Karina
sudah yakin, maka segeralah berlari cepat,
keluar dari keterbelengguan Karina!

Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi
yang diuntungkan, jika bukan Karina
sendiri? :-)

Minggu depan saya akan mengirimkan tips
"Bagaimana Cara Memaksimalkan Daya Tarik!"
yang akan saya tulis khusus untuk Karina!

Okay, sampai ketemu nanti! :-)


*********** Resource Box ****************

Modal Komputer & Internet. Sukses Berusaha & Tetap di Rumah!

Belajar bersama Anne Ahira BAGAIMANA caranya
Kunjungi: http://www.AsianBrain.com klik!

Wednesday, November 17, 2010

kuliner..Cara membuat Wedang Ronde


hmm..jadi kabita buat ini uy.. tapi mu coba buat inovasinya..


Bahan :
- 100 gram tepunRondeg ketan.
- 1/4 sendok teh air kapur sirih.
- 90 ml air hangat .
- 2 tetes pewarna merah rose.
- 2 tetes pewarna hijau tua .
- 2 tetes pewarna kuning tua.

Bahan isi :
- 30 gram kacang tanah. kupas,sangrai,haluskan.
- 1/2 sendok makan gula pasir halus.
- 750 ml air.
- 100 gram gula merah,sisir halus.
Pelengkap :
- 1 lembar roti tawar,potong kotak.
- 15 gram sagu mutiara merah.
- 15 gram sagu mutiara hijau.
- 25 gram kacang hijau,rebus.
Kuah:
- 2 lembar daun pandan.
- 1/8 sendok teh garam.
- 6 cm jahe,bakar,memarkan.

Cara membuat:
- Ronde:Aduk rata semua bahan kecuali pewarna kalis.bagi 4 bagian adonan.Masing-masing diberi pewarna & sisanya di biarkan putih.
- Isi: Aduk bahan isi sampai rata.
- Ambil sedikit adonan.Beri isi.Bulatkan.Rebus dalam air mendidih sampai mengapung.Sisihkan.
- Kuah: Rebus air & gula merah sambil di aduk sampai gula merah larut. Saring, didihkan lagi dengan daun pandan, garam & jahe dengan api kecil.Sajikan ronde dengan kuah dan perlengkapannya .

kuliner..


gulalikelapa Resep Jajan Gulali KelapaResep Jajan – Gulali Kelapa


Bahan Gulali Kelapa :
- 1 butir kelapa muda (untuk urap) diserut tipis pakai pengupas kulit kentang. Lalu, jemur satu harian atau oven dengan suhu 125°C.
- 500 gr gula pasir
- 100 ml air
- 1 sdt vanili
- 1/2 sdt garam
- 1 sdm butter/mentega
- ting-ting gepuk

Cara membuat :
1. Masukkan dalam penggorengan anti lengket semua bahan kecuali kelapa. Masak hingga berambut.
2. Masukkan ting-ting gepuk dalam kelapa, aduk hingga terbalut.
3. Angkat, letakkan 1 sendok makan di atas loyang. Setelah dingin, angkat.
4. Masukkan dalam toples.

Tuesday, November 9, 2010

Motivasi dari Herpin Dwijayanti

Banyak sekali kejadian yang dialami anak manusia yang sebenarnya secara logika merupakan ketidak mungkinan, namun ternyata semua bisa terjadi dengan begitu mudahnya. Seorang kawan yang telah divonis tidak dapat memiliki anak karena pabrik spermanya telah ‘tutup’, ternyata masih bisa melihat harapan dan memohon dengan penuh berserah diri kepadaNya. Di shalat malam yang panjang ia memohon dalam kekhusyukan. Menurunkan gelombang otaknya menjadi alpha dan membiarkan mekanisme Tuhan yang bermain dalam memberi keputusan. Subhanallah, doanya terjawab dan pelan-pelan ‘pabrik’ itu mulai berfungsi kembali. Dan sang buah hati pun dapat muncul di muka bumi.

Subhanallah..

Ada juga kejadian teman yang memiliki usaha bermodalkan 20.000 rupiah namun saat ini terus berkembang pesat dengan sumber permodalan dan customer yang beraneka ragam. Ada pula seorang teman yang semasa kuliahnya sudah pergi ke 5 negara yang berbeda untuk sebuah perjalanan prestatif mewakili kampusnya. Padahal dari segi IQ mungkin bukan ia yang terjenius di kampusnya.

Kalo saya boleh mencoba mengusut, tipikal-tipikal orang-orang ‘beruntung’ ini adalah orang-orang yang memperoleh kemudahan dengan serta merta alias rezeki tak terduga karena merekalah yang dipilihNya. Golden ticket memang tidak menghampiri semua orang. Tapi mengamati tipikal mereka, maka benang merah yang saya bisa rasakan adalah bahwa mereka memiliki keikhlasan (yang mungkin hanya Allah saja yang mengetahui). Bahkan rumput yang bergoyang pun tak mengetahui jejak langkah ikhlas mereka. Namun justru karena dunia tak mengetahuinya, maka disitulah ia berhasil menggoreskan amalan ikhlasnya. Dan di sanalah golden ticket dariNya turun.

Ini sejalan dengan apa yang ditulis oleh Erbe Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas. Sebuah energi luar biasa besar yang muncul justru ketika orang berada pada titik keikhlasan, titik berserah diri padaNya. Mereka mungkin kelihatan tenang alias adem ayem, sabar, tidak bombastis, namun justru mereka menyimpan rasa syukur, sabar, tekun, dan kefokusan luar biasa dalam mencapai titik-titik yang ingin dicapainya. Sebuah paradigma bahwa sebuah cita-cita harus dicapai dengan kerja keras yang menggunakan dominasi otak dan otot, kini tak lagi relevan. Dominasi otak dan otot tidak cukup, karena dominasi hatilah yang menentukan apa yang telah diikhtiarkan oleh otak dan otot. Era positive thinking telah bergeser menjadi positive feeling. Dan era goal setting telah bergeser menjadi era goal praying. Maka bukan hanya kekuatan pribadi yang bermain disini. Tapi yang lebih besar adalah kekuatan Tuhan. Bukan Force, tetapi Power.

Karena di dalam Al-Qur’an sendiri banyak sekali ayat-ayat yang menyebutkan tentang apa sebenarnya kunci sukses. Kesuksesan bukan hanya hasil dari usaha, namun sesuatu yang hasilnya merupakan hadiah atas usaha dan pertemuan rencana manusia dengan takdir Allah. Maka banyak orang yang menyebutkan kesuksesan sebagai keberuntungan. Karena tidak semua yang telah berusaha dengan kadar yang sama bisa memperoleh hasil yang sama. Ada tangan Allah yang menentukan ending-nya. Dan memang itulah keberuntungan seperti yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an.

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman)” (QS. 87:14)

“Wahai orang-orang yang beriman ! Rukuklah, sujudlah dan sembahlah Tuhanmu dan berbuat baiklah agar kamu beruntung.” (Qs. Al-Hajj : 77)

“Sungguh telah beruntung kaum mukiminin, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalat mereka”. (Al-Mukminun: 1-2)

Maka, sebenarnya keberuntungan itu tidak jauh dari orang-orang yang kerap menyucikan diri (menjadikan diri ikhlas), ahli rukuk, sujud (shalat khusyuk), taat ibadah dan berbuat baik.

Beberapa hadits Nabi pun menambahkan..

“Yang pertama-tama diperhitungkan terhadap seorang hamba di hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang sholatnya. Apabila shalatnya baik, maka dia beruntung dan sukses. Apabila shalatnya buruk, maka ia kecewa dan merugi.” (HR. An-nasa’i, At-turmudzi)

“Sedekat-dekat hamba kepada Tuhannya ialah dikala hamba itu bersujud (didalam Shalat). Maka banyak-banyaklah berdo’a didalam sujud itu”
“Perbanyaklah sujud kepada Alloh. Sesungguhnya bila sujud sekali saja Alloh akan mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu dosamu.” (HR.Muslim)

Ibadah yang benar (Shahihul ibadah) pada akhirnya akan mempengaruhi kesucian jiwa, dan kehusyukan sehingga fokus mencapai hal-hal yang telah direncanakan dengan energi yang maksimal. Itulah kondisi ikhlas ketika jiwa telah suci dari kekotoran orientasi dan tertuju fokus menyandarkan diri pada Pemilik Alam Raya, Rabb kita.

Seperti diriwayatkan oleh Imam Ja’far dalam kitab Al-Bihar: “Apabila seorang hamba berkata, ‘Tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah’ maka Allah menjawab, ‘Hai para malaikat-Ku, hamba-Ku telah ikhals berpasrah diri, maka bantulah ia, tolonglah dia, dan sampaikan (penuhi) hajat keinginannya”.

“Mahasuci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi.” (Al-Isra’: 108)

Subhanallah.. Maka jelaslah jalan menuju sukses memperoleh kebahagiaan yang hakiki..

Wallahu alam bisshshowab,

Kampus Madani

sekedar share
semoga dapat menginspirasi semua orang...

writer: Ridwansyah Yusuf Akhmad


Asholaa tu khoiyyum minna naum....
Asholaa tu khoiyyum minna nauuum.....
Allahu Akbar... Allahu Akbar....
Laa ilaaha ilallah.....
Lantuntan azan yang mendayu membangunkan pagi, seperti muslim lainnya, meski dalam keadaan setengah sadar, aku bergegas ke masjid untuk ibadah subuh berjamaah. Udara dingin yang menusuk kulit seakan menjadi godaan tersendiri bagi umat muslim untuk sholat di masjid.
Kawan, pagi itu selepas subuh aku kembali lagi ke rumah untuk mempersiapkan kuliah pagi ini. Kawan, ini adalah hari pertama bagiku untuk mengajar di kampus yang telah mendidik ku menjadi seorang sarjana yang tangguh. Dan ternyata Allah mengizinkan diriku untuk kembali menguatkan dakwah kampus.
Aku memulai pagiku dengan merapihkan rak buku, memilah antara buku yang berhubungan dengan akademik, buku agama, dan buku umum lainnya. Dalam tumpukan buku-buku agama, terselip sebuah buku, buku yapagng sangat berkesan untukku, kawan itu adalah buku Sayyid Qutb yang berjudul petunjuk jalan. Pagi itu aku terbawa pada masa-masa silam dimana buku berwarna hijau itu aku baca saat masih mahasiswa. Sebuah mimpi akan seorang revolusioner muslim yang sangat kuat, Imam Sayyid Qutb telah mengubah pemikiran anak muda sesuai saya dulu menjadi pribadi yang terus dan terus ingin berjuang.
Dalam indahnya khayal buku tersebut, aku berpikir “apa yang bisa aku lakukan sebagai seorang dosen untuk membuat kampus ku menjadi kampus yang madani”. Pikiran ku pun terbawa pada sebuah angan masa lalu, kampus madani. Sebuah cita-cita mulai seorang mahasiswa yang ingin melihat kampusnya penuh nuansa Islam.
Aku pun terbawa suasana mimpi kampus madani sembari merapihkan rak buku kayu yang sudah berdebu. Aku coba bersihkan setiap debu yang melekat, menyusun buku demi buku sehingga menjadi rak buku yang nyaman untuk digunakan. Tak lama setelah itu, aku bergegas membuka laptop ku dan menyiapkan mata kuliah hari ini, “hmm.,perencanaan wilayah dan politik dalam perencanaan , dua mata kuliah, oke, bismillah”.
Pagi itu hingga menjelang dhuha aku mencoba menyiapkan dengan sepenuh hati presentasi dua kuliah ku hari itu. Sebenarnya rasa inginku untuk bergegas ke kampus semakin penuh semangat karena rasa penasaran dari diri untuk mengetahui apa yang bisa aku lakukan untuk membuat kampus madani. Aku sudah berjanji dengan adik-adik ku yang masih mahasiswa, bahwa aku akan membuat legenda bersama mereka. Bukan hanya sekedar legenda, melainkan realisasi akan harapan besar dakwah di kampus ini.
.....
Dengan mengendarai sepeda motor aku melaju ke kampus dan berencana memakirkan sepeda motorku di parkiran kampus. Sebuah pemandangan sangat menakjubkan aku rasakan, senyum sapa dan salam yang sangat tulus terlontar dari petugas parkir di kampus. Tiada keluhan atau omelan kepada pengendara yang memarkirkan motor tidak rapih. Mereka menegur dengan sangat santun dan membantu merapihkan motor dengan baik. Tiada kata kasar atau mimik marah yang terpancar, ketulusan melayani sangat terasa dalam setiap gerak-gerik mereka merapihkan motor.
Saya tertarik pada sikap mereka, sembari merapihkan motor saya mengajak mereka berbincang santai,
“Aa Damang ? sibuk nih ya Aa, banyak motornya”saya memulai menyapa
“ah udah biasa mas, namanya mahasiswa, mereka udah susah susah kuliah, kita harus dukung mereka biar kuliahnya bener”
“wah si Aa bisa aja, enak ya Aa kerja di kampus ? gaji naik kah? Hehe”
“alhamdulillah mas, sekarang bisalah kita hidup lebih baik, meski cuma juragan parkir, kampus bener-bener merhatiin kami”
“alhamdulillah ya Aa, maaf nih Aa kalo adik-adik mahasiswa kadang suka gak rapih, saya duluan ya Aa”
“iya mas, kami senang bantu mahasiswa, hati-hati mas”
Percakapan singkat tersebut sangat menyentuh hati saya, dan saya menjadi berpikir bahwa kampus ini sudah sangat memperhatikan kesejahteraan civitasnya, bukan hanya dosen dan karyawan, melainkan keseluruhan sistem kampus. Bahkan hingga petugas parkir sudah diberikan kelayakan pendapatan.
Saya kembali teringat dengan wajah tulus yang diberikan oleh petugas parkir, mereka tiada ada rasa jengkel terhadap ulah mahasiswa yang tidak rapih, mereka telah menyadari bahwa mereka memiliki tugas yang sangat mulia yakni memberikan rasa aman bagi para calon pemimpin bangsa kelak, para mahasiswa. Subhanallah, saya hanya mampu mengucapkan lafadz itu, betapa indahnya kampus ini ketika penghuninya sudah memiliki visi yang mulia dalam menjalani kehidupan.
......
Perjalanan ke program studi perencanaan wilayah dan kota cukup dekat dari parkiran, memakan waktu hanya sekitar sepuluh menit dengan berjalan santai. Aku pun menikmati pemandangan yang sangat indah di kampus ini, tempat kumpulan ATM di kampus telah berubah, beberapa label syariah sudah menyertai nama bank yang ada disana. Saya pun memperhatikan, tampaknya yang menggunakan bank konvensional hanya non-muslim. Saya memprediksi dari wajah mereka, dan saya yakin mereka bukan seorang muslim.
Sangat wajar saya berpikir, kenapa antrian di bank syariah menjadi sangat panjang, karena semua muslim telah menggunakan bank syariah. Saya pun menyapa seorang mahasiswa jurusan saya, seorang mahasiswa tingkat dua yang kebetulan pernah bertemu sebelumnya,
“Assalamualaikum” saya menyapa
“waalaikumsalam pak yusuf” ia menjawab salam ku
“lagi antri di bank ya ? ikutan bank syariah ya ?” saya bertanya iseng ingin tahu
“iya pak, sejak beberapa tahun lalu. Saat pendaftaran, setiap mahasiswa boleh memilih untuk menggunakan kartu tanda mahasiswa dari bank syariah atau konvensional”
“wahhh, subhanallah... mantabbb... trus jadi yang muslim banyak yang ke syariah ya?”
“tidak hanya muslim pak, bahkan beberapa non-muslim juga pada ikut pengen punya KTM bank syariah” ia menjawab dengan penuh semangat
“wah hebat, oke..oke.. lanjtin antrinya,, jangan telat kuliah saya ya nanti”
“iya pak yusuf, insya Allah”
Kami pun berpisah, saya tertawa sendiri mengetahui informasi barusan, ternyata lingkungan pendidikan di kampus ini sudah mendukung keberadaan bank syariah. Dan caranya pun tidak memaksa, mereka memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih apakah ingin menggunakan perbankan syariah atau tidak.
Rasa syukur pun aku panjatkan, betapa tidak. Perbankan syariah yang telah dibuat oleh para yahudi telah membuat ekonomi dunia menjadi ekonomi yang kosong. Jumlah mata uang yang dicetak telah melebihi jumlah cadangan emas sebuah negara. Bagaimana mungkin harga emas ditukar hanya dengan selembar kertas. Dan sistem syariah yang sesuai dengan ketentuan Islam dapat menyelamatkan dunia dari bubble economic development.
Kawan, ini cerita tentang sebuah kampus yang telah berhasil menanamkan ekonomi syariah dengan cara yang baik, bahkan non-muslim menjadi nyaman untuk menggunakannnya. Dalam hati aku berpikir “inikah kampus madani?”.
.........
Pagi yang cerah di iringi daun mahoni yang beguguran, dedaun kering pun berjatuhan basah karena hujan yang mengguyur kota kembang semalaman. Petugas kebersihan menyapu daundaun kering itu dengan riang seakan sedang bermain. Aura bahagia sangat terasa pada diri mereka. Para mahasiswa yang akan melewati daundaun yang akan disapu pun tampak sopan, mereka sedikit membungkukan badan sembari menyapa petugas kebersihan dengan “punten Aa”. Sebuah kebiasaan yang sangat baik, mereka benar-benar menghormati setiap orang.
Dalam asyiknya menyaksikan kesopanan mahasiswa itu, saku teralihkan pada pemandangan yang lain. Aku melihat seorang mahasiswa yang memegang bungkus bekas makanan sembari berjalan. Aku pun menjadi bertanya dalam hati “mengapa tidak dibuang aja sampahnya”. Mata ku mengikuti mahasiswa itu berjalan, hingga ia membuang sampahnya pada tempat sampah bertuliskan “sampah anorganik”. Pemandangan yang sangat cantik, seorang mahasiswa rela memegang cukup lama seonggok sampah demi membuangnya di tempat sampah khusus untuk plastik. Ia rela melewati beberapa tempat sampah yang organik untuk menjaga kualitas lingkungan kampusnya. Atau dengan kata lain -saya berpikir- jiwa kampus yang berwawasan lingkungan bukan lagi sekedar pembangunan infrastruktur melainkan sudah menjadi kebiasaan hidup dari mahasiswa.
Langkahku pun berlanjut ke arah program studi tempat aku mengajar, sambil memandangi beberapa majalah dinding di kampus. Tempat mahasiswa menempelkan publikasi kegiatannya. Aku memperhatikan dengan seksama, tiada ada lagi saling meniban atau merusak publikasi kegiatan lain. Semua tersusun dengan sangat baik sehingga orang-orang dapat membaca dan menyerap informasi dengan sangat baik.
Aku juga memperhatikan tidak ada propaganda gelap yang isinya berupa provokasi yang cenderung desktruktif. Bisa jadi memang aspirasi sudah bisa di sampaikan dengan baik kepada yang bersangkutan atau yang bertanggung jawab, sehingga tidak perlu lagi ada “surat kaleng” atau “kampanye gelap” yang hanya menggangu ketentraman mahasiswa.
Langkahku pun terhenti di depan lift program studi ku. Dan aku pun kembali memandang sekeliling sembari merenungkan kembali makna kampus madani. Dan aku pun menyimpulkan,
“kampus madani bukan hanya sekedar keadaan dimana semua muslim menjalankan ibadah dengan baik, tetapi lebih mendalam dari itu, sebuah keadaan dimana Islam telah diterima oleh semua civitas academica baik muslim dan non-muslim. Islam telah menjadi sistem sosial dari kehidupan kampus.”
.........
Kuliah pagi ini adalah kuliah pertama bagiku sebagai seorang dosen. Seperti orang pada umumnya, sesuatu yang pertama selalu penuh gairah. Seperti yang iklan sering sampaikan, kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda. Ya, aku pun ingin menyiapkan kuliah pertama dengan baik, memberikan kesan yang baik bagi mahasiswa. Aku datang ke ruang kuliah lebih awal sekitar 5 menit, untuk menyiapkan segala kebutuhan perkuliahan.
Setiba di ruangan, aku segera menyalakan laptop ku, dan memeriksa kembali presentasi perkuliahan yang akan disampaikan. Saat sedang asyik melihat dan mengecek presentasi, seorang mahasiswa datang, “anak mesjid nih tampaknya” aku membatin dalam hati seketika setelah melihat tampilannya yang bercelana bahan.
Mahasiswa itu pun menyapa ku dengan senyuman yang tulus, “kuliah perencanaan wilayah pak?”
Aku terkaget menjawab,”iya, silahkan duduk, saya menyiapkan laptop dan infocus dulu ya”
Tetapi mahasiswa ini bukannya duduk, ia justru menghampiri ku seraya berkata pendek “saya bantu ya pak”
Aku pun kaget kembali, “makasih yaa, saya atur laptop saya dulu”.
Sambil ia mengatur infokus ia pun bertanya pada saya “pak yusuf ya ? yang dulu pernah jadi presiden mahasiswa?”
Aku menjawab dengan senyum, “iya, saya r idwansyah yusuf PL 2005, hooo, iya kabarnya saya pernah jadi presiden mahasiswa, hehee” aku menjawab setengah bercanda
Mahasiswa tersebut berkata kembali , “wah pak, saya pernah membaca buku bapak, ternyata sekarang orangnya jadi dosen saya” ia berkata bersamaan dengan ia mencolokkan kabel infokus ke laptop ku
“ah berlebihan kamu, cerita masa lalu, hahaha”.. pembicaraan kami pun berakhir dengan mulai berdatangannya mahasiswa ke kelas. Aku memperhatikan mahasiswa barusan duduk di barisan terdepan dan bergegas menyiapkan buku catatannya.
Aku pun memulai kelas ini dengan memperkenalkan diriku sebagai seorang dosen muda yang baru mengajar. Tak kusangka, beberapa dari mereka tampak mengenalku –setidaknya namaku-, “mungkin mereka aktivis mahasiswa”.
“perkenalkan nama saya ridwansyah yusuf achmad, dulu pernah seperti Anda semua jadi mahasiswa di teknik planologi, saya angkatan 2005, ada pertanyaan untuk sesi kenalannya?”
Seorang mahasiswi di barisan tengah mengacungkan tangan dan bertanya, “S2 dan S3 nya dimana pak?”
“saya kebetulan mengambil master ekonomi regional di london school of economics and political science dan mengambil doktornya di kebijakan publik di kennedy school of goverment di harvard unversity, ini baru saja selesai bulan lalu, alhamdulillah”
Seorang mahasiswa di barisan belakang bertanya lagi, “pak dipanggilnya siapa?”
“panggil yusuf saja, gak harus dipanggil pak juga, saya sih santai saja, yang penting kita saling menghormati ya... oke. Kita mulai perkuliahan ya”
Perkuliahan pertama bagi aku tampak cukup menyenangkan, aura mahasiswa yang masih semangat kuliah menjadi energi tersendiri bagi ku dalam menyampaikan ilmu yang pada diriku. Aku memperhatikan dalam kelas, beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang duduk di barisan depan adalah mereka yang tampaknya seorang aktivis dakwah, dan mereka sangat aktif bertanya di kelas, begitu juga teman-teman yang lainnya. Pertanyaan datang bertubi-tubi dan membuat susana kelas sangat dinamis.
Aku kembali berpikir di tengah perkuliahan, “sepertinya semua mahasiswa sudah memahami hakekat mereka sebagai mahasiswa, seorang yang tidak pernah haus untuk mendapatkan ilmu. Memang benar firman Allah yang pertama “bacalah”, memang Allah memerintahkan kita untuk selalu terus menambah ilmu”
“Kawan, kampus madani bukan hanya sekedar tentang simbol-simbol Islam yang terpampang dengan besar, melainkan adanya pembudayaan nilai-nilai Islam kepada seluruh civitas academica, ketika semua mahasiswa –tak pandang bulu baik muslim maupun bukan- memaknai menunut ilmu secara syamil , maka salah satu mimpi kampus madani telah terwujud.”
Pelajaran pun usai dengan energi positif yang terpancar dari mata mahasiswa, mereka tampak sangat bergairah untuk mengikuti perkuliahan. Buat aku pun menjadi modal besar yang setidaknya membuat diri ini semakin percaya diri menjadi seorang pendidik.
Dalam kesibukan merapihkan infokus dan laptop, aku tertarik pada pemandangan yang unik diantara para mahasiswa. Mereka mendiskusikan kembali perkuliahan yang telah disampaikan, dan mereka saling mengecek ulang catatan perkualiahan diantara mereka. Aku melihat seorang muslimah yang berjilbab lebar tampaknya menjadi teladan dalam hal catat-mencatat perkuliahan, ia cukup banyak dikerumuni oleh teman-temanya yang lain.
Aku pun tersenyum dalam hati,”alhamdulillah ternyata para aktivis dakwah sudah memahami pentingnya menjaga kualitas akademik, tentu mereka telah jadi teladan untuk teman-temannya”
.........
Siang setelah kuliah pertama aku menaiki tangga menuju lantai lima gedung program studiku, disana terdapat ruangan kerja untukku. Ruang kerja yang berukuran panjang dan lebar tiga meter. “cukuplah untuk dosen muda”, saya merapihkan ruangan yang akan saya tempati kedepannya. Sebuah komputer sudah tersediakan dengan spesifikasi yang baik, rak buku tersedia, dan aku tinggal memindahkan buku di kardus dan merapihkan ke rak buku. Ku beri sedikit hiasan di dinding ruangan yang baru saja kubeli di toko, dan tentu tak lupa foto istri tersayang di meja kerja.
Siang itu aku punya waktu sekitar dua jam sebelum kuliah selanjutnya, dan aku putuskan untuk mengisi waktu itu dengan merapihkan ruang kerja dan bertemu dengan adik-adik Keluarga Mahasiswa yang telah menghubungiku malam sebelumnya.
Waktu menunjukkan pukul 12.30, bunyi jarum jam menemani siang itu. Angin berhembus meniupkan pohon-pohon rindang dan memberikan pemandangan indah dai jendela lantai lima. Dalam lamunan menikmati keindahan, tiba-tiba pint ruangan ku berbunyi, seseorang mengetok pintu tersebut.
“tok tok tok”...”assalamualaikum bang yusuf”
“waalaikumsalam, masuk masuk, buka aja pintunya”
“permisi bang, maaf nih ganggu waktunya”
“mangga mangga, santai aja.. silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu?”
“ini bang, kami berencana membuat seminar di dalam kampus tentang pemuda dan peradaban, kami rencananya ingin mengundang bang yusuf sebagai pembicara, kami berharap bang yusuf bisa menyampaikan tentang bagaimana dunia internasional memandang Indonesia, dan kesempatan indonesia untuk menjadi bagian dari pemimpin peradaban dunia”
“acaranya kapan ya ?”
“dua pekan lagi, hari sabtu”
“okelah, saya agendakan insya Allah, oh ya gimana Keluarga Mahasiswa sekarang ? animo mahasiswa seperti apa dengan kemahasiswaan”
“alhamdulillah bang, sekarang mahasiswa sudah lebih bisa kritis dengan isu bangsa. Mereka sudah bisa menempatkan mimpi mereka menjadi bagian dari pembangunan bangsa. Acara yang akan kita adakan, tahun lalu juga kita adakan dan sekitar 3000 mahasiswa hadir”
“wah mantabb yaa, bentuk gerakan mahasiswa gimana ? masih hobi demo kah ?”
“hehehe, aksi massa sekarang tetap ada bang, cuma lebih rapih dan terencana. Kita bisa buktiin ke masyarakat kalau mahasiswa bisa menyuarakan aspirasi dengan cara yang sopan dan tertib. Gerakan sosial masyarakat juga berkembang, mahasiswa sekarang sangat senang mengikuti semacam KKN mahasiswa yang membuat mereka lebih dekat sama masyarakat”
“wah seneng yaa, coba dari dulu udha seperti ini”
“ya Alhamdulillah bang, kan ini juga berkat efek bola salju angkatan 2000an”
“hahaha, bisa aja kamu, oh ya konflik pemikiran gimana di kampus sekarang ? makin seru ?”
“masih bang, tapi sekarang elegan bang perdebatan pemikirannya, kita bertarung hanya dipanggung politik aja. Selebihnya kita akrab. Dan kita sudah bisa menerima perbedaan pandangan yang ada. Temen-temen yang pemikirannya Islam juga semakin bisa menebar pemikirannya dengan cara yang elegan sehingga mahasiswa menerimanya dengan sangat baik. Pada akhirnya, kita sadar kalau Islam lahir bukan untuk di paksakan, tetapi untuk disentuh dengan hati”
“hoo, nice... terus sekarang berarti pemikiran ideologi Islam diterima temen-temen?”
“yah begitu bang, mereka bahkan yang non-muslim bisa menerima sistem Islam tidak hanya sekedar melihat sisi ritual ibadah saja, tetapi mereka bisa menerima Islam sebagai sistem tata kehidupan yang komprehensif, akhirnya dengan proses dialekta yang ada. Semakin banyak mahasiswa yang menjadikan Islam sebagai prinsip hidup”
“wah hebat yaa... perjuangan berat ya pastinya, saya dari dulu merindukan yang kayak begini, toh memang pada akhirnya kan Islam itu rahmatan lil ‘alamiin. Saya pikir keadaan sekarang sangat baik, kalo temen-temen udah bisa memandang syiar Islam bukanlah syiar ibadah saja, tetapi syiar pedoman hidup,, okelah... sukses yaa gerakannya”
“siap bang, mohon bimbingannya”
“iya Insya Allah, kabari aja kalo butuh bantuan”
“Kawan, Kampus madani bukan berarti kita mendoktrin Islam secara paksa kepada civitas academica, kampus madani berarti adanya sebuah kebutuhan dan keinginan dari para civitas untuk mengenal Islam dengan kesadaran diri. Pada akhirnya bila Islam kita yakini yang terbaik, Islam dapat menjadi pemersatu dari semua pemikiran yang ada.”
.........
Sekitar pukul satu siang aku memasuki ruang kuliah lagi untuk mengajar mata kuliah kedua hari ini. Ini merupakan mata kuliah pilihan yang di ikuti oleh lima belas mahasiswa. Sebuah kelas eksklusif memang dari sejak aku mengambil mata kuliah ini dulu. Biasanya hanya para aktivis yang mengambil mata kuliah politik dalam perencanaan.
Aku memulai perkuliahan ini dengan mencoba memaparkan dua buah buku yang sangat fenomenal di bidangnya, il principe karya machiavelli dan das capital karya karl marx. Aku mencoba mengajak peserta kuliah untuk berpikir tentang urgensi dasar berpolitik.
“coba kita ekstraksi pemiikiran kita, apakah politik yang kuat bertujuan untuk membuat stabilitas ekonomi, atau ekonomi yang kuat untuk membentuk stabilitas politik”
Seorang mahasiswa menjawab, “ pada dasarnya keduanya berkaitan, saling berdampak satu sama lain, tetapi saya berpendapat bahwa politik lah yang akan menentukan stabilitas ekonomi”
Jawaban mahasiswa tersebut di balas dengan pendapat lain dari seorang mahasiswi, “tetapi bukannya pembangunan ekonomi yang baik akan berdampak pada kelanggengan politik sebuah pemerintahan?, jadi ekonomi yang memainkan politik itu sendiri”
Sseorang mahasiswi mengacungkan tangan dan langsung menyampaikan pendapatnya, “Ekonomi tidak bisa dipisahkan dari politik, bahkan pemegang prinsip laissez-faire sendiri percaya bahwa negara seharusnya tidak mengintervensi pasar. Dalam hal ini kita memakai istilah ekonomi politik yang menangkap esensinya baik secara lokal maupun global . Titik temu antara ekonomi dan politik yang membahas tentang keinginan tanpa batas di dunia yang ditandai dengan terbatasnya sumber daya pemenuh. Kapitalisme merupakan bentuk produksi atau ekonomi politik yang tumbuh di Eropa dari Abad Pertengahan hingga masa Renaissance yang menggantikan feodalisme”
Seorang mahasiswa lain tak ketinggalan ingin berpendapat, kali ini ia menggunakan pendekatan Islam yang mencoba mensintesakan semuanya, “seorang pemikir Islam Dr. Abdurrahman al-Maliki pernah menyatakan bahwa politik ekonomi Islam adalah sejumlah hukum atau kebijakan yang ditujukan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan primer setiap individu dan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan pelengkap sesuai dengan kadar kemampuannya. Artinya, politik yang bentuk produknya adalah kebijakan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi rakyat”.
Aku pun hanya mampu terperangah melihat luasnya wawasan yang dimiliki oleh mahasiswa-mahasiswi ku, dan aku hanya mampu memberikan komentar “aplaus dulu untuk pendapat kita semua, sangat cerdas”. Dan para peserta kuliah merespon dengan memberikan aplaus untuk mereka sendiri.
Mata kuliah ini memberikan sebuah kacamata baru bagi diriku, bahwa memang ternyata pemikiran Islam bila disampaikan dengan data dan fakta dan tentunya bukti yang relevan akan menjadikannya sebagai sebuah pemikiran yang bisa di terima oleh siapapun. Dari sebuah mata kuliah yang sedang aku ajar, ternyata pemikiran Islam mampu memberikan sebuah sentuhan yang dapat diterima oleh banyak orang.
Aku menjadi terpikir, bila semua aktivis mampu mengaitkan Islam dengan kompetensi akademik yang dimiliki atau isu yang sedang beredar di masyarakat, tentu akan menjadi sebuah nilai tambah tersendiri bagi syiar Islam yang dilakukan di kampus. Sebagai seorang dosen, aku juga mampu mengarahkan pemikiran mahasiswa kepada pemikiran yang Islami. Tetapi tentunya aku butuh banyak belajar agar pengiringan opini ini tidak menjadi doktrin, melainkan sebuah pemikiran yang memang bisa diterima oleh banyak orang.
“Kawan, Kampus Madani tercermin dari teladan para da’i nya dalam menjalankan kehidupan di kampus. Ia menjadi teladan dan panutan secara sikap, ia menjadi inspirator atas pemikirannya dan ia berusaha memanfaatkan segala kondisi dan situasi untuk menyebarkan nilai Islam yang sangat komprehensif”
..........
Sore hari menjelang, aku masih punya sebuah agenda lagi selepas magrib, mengisi kelompok mentoring mahasiswa tingkat lanjut. Aku sangat bersyukur masih di izinkan untuk memiliki binaan yang masih muda. Dan malam ini, akan jadi pertemuan perdana untuk kelompok binaan ku ini.
Senja sudah semakin terasa, mentari pun tampak sudah mulai menutup diri, aku menikmati kampus ku di sore hari sembari mengenang masa-masa lima tahun sebagai mahasiswa. Sangat ingat di benakku saat aku memimpin apel siaga di lapangan kampus, atau membuka kegiatan besar saat menjadi presiden mahasiswa. Aku mendatangai boulevard kampus, tempat dulu aku melakukan kampanye presiden, dan mengingat-ingat masa menempel poster kegiatan di mading kampus.
Mata ku tertarik untuk melihat sebuat poster sebuah acara yang bertajuk “toleransi agama, fondasi peradaban Indonesia”, kegiatan ini di adakan oleh sebuah unit bernama interfaith. Aku berpikir, “ini seperti unit lintas agama, dulu aku pernah ingin menginisasi semacam ini, Cuma dulu sangat sulit”. Aku tertarik dengan unit ini, dan setelah bertanya-tanya ke mahasiswa yang kutemui di jalan, aku jadi mengetahui dimana sekretariat dari unit tersebut.
Aku menghampiri sekretariat unit tersebut di pusat kegiatan mahasiswa yang mana terdapat puluhan unit mahasiswa yang memiliki sekretariat disana. Di depan sekretariat unit interfaith terdapat tulisan “sahabat, mari kita bersama membuat Indonesia Tersenyum”. Aku jadi teringat visi saat menjadi presiden mahasiswa, “indonesia tersenyum”. Aku melihat beberapa mahasiswa di selasar sekretariat mereka, ada seorang muslimah berjilbab, ada seorang yang berwajah tiongkok, ada seorang pria nasrani yang tampak religius, dan beberapa mahasiswa lain dengan aura agama yang berbeda.
Aku memperkenalkan diri dan menanyakan siapa ketua unit ini, dan ternyata seorang muslimah berjilbab lebar inilah ketua dari unit ini, saya dipersilahkan untuk duduk dan akhirnya kita berdiskusi bersama-sama dengan para mahasiswa lain yang tergabung di unit interfaith.
“perkenalkan saya yusuf, dulu saya PL 2005, sekarang jadi dosen di sini”, saya memulai pembicaraan
“wah kang yusuf presiden ya?”, jawab ketua unit tersebut
“ah, iya saya pernah jadi presiden mahasiswa di kampus ini dulu, oh ya saya mau tanya-tanya tentang unit ini boleh? Saya tertarik dengan unit ini, kok bisa terbentuk? Bagaimana mulanya?”
Seorang yang beragama hindu menjawab, “mas saya gede, jadi begini mas awalnya ini di inisiasi oleh unit agama islam, mereka mengajak unit agama lain untuk bersama-sama membuat kegiatan bakti sosial. Dari situ lah diskusi tentang agama dan toleransi berkembang”
Penjelasan gede dilanjutkan oleh victor seorang nasrani, “ya mas, kami setelah itu mulai banyak diskusi tentang lintas agama, bukan untuk mencari perbedaan dan menimbulkan konflik tetapi untuk mencari kesamaan yang bisa membuat kita bersatu”
“kami meyakini bahwa saatnya kita hidup bersama dalam sebuah tujuan yang untuk membangun Indonesia, indonesia membutuhkan kesatuan semua umat beragama, dan dari unit ini kami mencoba mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersatu dan bekerja untuk bangsa”, dilanjutkan oleh ketua unit interfaith.
Aku bertanya kepada mereka, “jadi apa saja kegiatannya?”
Salah seorang dari mereka menjawab “kegiatannya banyak dalam bentuk seminar, kampanye sosial dan kegiatan bakti masyarakat”
Pembicaraan diantara kami berlanjut hingga membahas berbagai hal yang terkait mengenai kesatuan umat beragama dan pembangunan Indonesia. Aku sangat senang tentunya melihat keberadaan unit ini, sehingga lingkungan kampus tidak perlu ada friksi antar agama lagi, dan tentunya bisa menjadi contoh bagi umat beragama di Indonesia.
Saat aku akan meninggalkan sekretariat, aku diantara oleh dua orang anggota unit tersebut, keduanya muslim. Mereka bertanya padaku, “kang dulu pernah jadi kepala lembaga dakwah kampus kan ?”
Saya menjawab, “iya dulu pernah, kok tahu?”
“iya kang yusuf kan ? wah kang, ini unit sebenarnya ide dari temen-temen lembaga dakwah kampus kang, kita mencoba ingin mengenalkan sistem Islam, dan pola pikir Islam ke temen-temen yang non-muslim juga. Dan Alhamdulillah dengan pendekatan yang persuasif, kita para aktivis bisa meyakinkan bahwa Islam adalah agama terbuka dan siap menerima perbedaan”
Ketua unit interfaith menambahkan, “iya kang alhamdulillah strategi ini berhasil, dan saat ini kampus berhasil memiliki sentuhan nuansa Islam dengan baik. Di Badan Eksekutif Mahasiswa juga, kepemimpinan kita bisa diterima bahkan sangat di apresiasi oleh semua kelompok”
Aku tersenyum lebar mendengar penjelasan dari mereka, aku sangat bersyukur menjadi saksi atas kerja keras para aktivis dakwah dalam membangun mimpi kampus madani. Sambil berjalan menuju masjid kampus, aku pun tersenyum bahagia.
“kawan, kampus madani adalah sebuah lingkungan yang penuh dengan nilai Islam di dalamnya. Ketika Islam bisa diterima oleh semua orang bahkan yang berbeda agama, mereka menikmati dan hidup bersama dalam kepemimpinan Islam di kampus”
............

Assalamualaikum warahmatullah
Assalamualaikum warahmatullah
Salam imam mengakhiri sholat magrib ku di masjid salman. Selepas itu aku berdoa seperti biasa dan kembali memandang sekeliling. Masih banyak muslim yang tetap di masjid untuk membaca Qur’an atau diskusi santai dengan teman-temannya. Masjid benar-benar telah menjadi tempat untuk beraktivitas, masjid lebih dari sekedar tempat ibadah ritual saja, melainkan sudah menjadi pusat dari diskursus tentang peradaban.
Malam ini aku akan mengisi sebuah kelompok mentoring, sebuah lingkar peradaban, buat ku ini adalah embrio peradaban Islam yang terus berkembang setiap waktunya. Seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa yang peduli akan Islam dan Dakwah Islam. Dalam senandung tilawahku, seseorang menepuk pundakku dan menyapa, “kak ridwansyah yusuf?”
Saya menjawab, “ya saya yusuf”
Beliau kembali berkata “kak, kita yang mau mentoring sama kakak, saya yang tadi malam menghubungi kakak melalui sms”
“oh iya, yuk kita ke koridor masjid saja biar lebih tenang”
“iya kak, apa nih kak untuk tema mentoring perdana kita”
Sebuah pertanyaan yang dulu pernah aku tanyakan juga kepada mentor ku saat masih kuliah, seperti yang telah aku sampaikan kawan, aku selalu bersemangat untuk sesuatu yang pertama, dan dengan tegas dan penuh senyum aku menjawab pertanyaan tersebut dengan,
“dari kampus madani menuju Indonesia madani”
...........
Kawan, ini mimpi ku kawan. Sebuah mimpi yang kucoba tuliskan untuk kawan-kawan semua para aktivis dakwah kampus di Indonesia. Yakinlah kawan, keberadaan kampus madani adalah salah satu langkah untuk mewujudkan Indonesia yang madani.
Kawan ini mimpi ku, apakah kamu memiliki mimpi yang sama ?
Kampus Madani
Indonesia yang Madani...
..............................
Bandung, 19 Oktober 2010
Ridwansyah Yusuf Achmad

Sunday, May 30, 2010

Kala Rasa itu datang

Kala rasa itu datang...

Sekuat tenaga ku coba tuk menahannya

Karena ku tahu itu semua hanyalah semu...

Namun mengapa hati ini masih meronta-ronta tuk terus terjerumus kedalam rasa ini?

Ya Rabb...

Hanya Engkau yang begitu persis mengetahui isi hati ini...

Tolong jagalah hatiku hanya untukMu.. Ya Robb

Jika saat ini bukan waktu yang tepat untukku, maka tolong jagalah

Jangan izinkan syetan terus membisikan rasa ini...

Hanya kepada Engkaulah ku memohon...

Karena hanya Engkaulah yang dapat menjaga hati ini...

Ya Robb,,,

Aku benar-benar memohon perlindunganmu

Jangan biarkan hati ini terkotori...

Tolong jagalah hatiku ini hingga Engkau benar-benar mengizinkannya..

Astagfirullahhal’adzim...

Berilah ketenangan pada hati ini...

By: Kazzahra

Ketika rasa itu kembali datang..

31 mei 2010

Friday, January 1, 2010

waaaa... subhanallah...
tak terasa waktu sudah berputar begitu cepat hingga saat ini telah menginjak tahun 2010 !!!!
hmmmm...
banyak sekali impian dan harapan yang masih belum terwujud di tahun 2009
semoga di tahun 2010 ini satu per satu impianku bisa tercapai..
amiiiiiiiiiiiiiinn
n yang pasti bisa berubah menjadi lebih baik lagiii...

ok ok....
karina san GANBATE !!!!!
NEVER GIVE UP ....
hope Allah always give the best way 4 me...
^^b

Monday, December 28, 2009


hahahahhhhhh...
akhirnya aku punya blog juga...
maklum katro jdi baru punya sekarang

nevermind laaa....bru buat sekarang...
semoga ku bisa terus mencari ilmu baru sampai ajal menjemputku...
naooonn cc???

hope be better...^^,,